Kamis, 02 Mei 2013

Karya Sastra (Baru)


      A. Balai Pustaka
Ciri-ciri sastra baru balai pustaka:
1.       Bertema adat istiadat dan kawin paksa
2.       Romantis
3.       Bersifat povinsialitis : bersifat kedaerahan
4.       Bentuknya : roman, cerpen, puisi, drama, terjemahan.
Nama satrawan pada saat era ini antara lain :
·         Muhammad Yamin : 
ü  Indonesia Tumpah Darahku (kumpulan puisi)
ü  Tanah Air (kumpulan sajak/puisi)
ü  Gajah Mada (roman)
ü  Ken Arok dan Ken Dedes (drama)
ü  Kalau Dewi Tara Sudah Berkata (drama)
ü  Yunius Caesar (terjemahan)
·         Rustam Evendi :
ü  Percikan Permenungan (kumpulan sajak)
ü  Bebasari (drama bersajak)
ü  Air Mata Seni (roman)
·         Muhammad Kasim :
ü  Teman Duduk (kumpulan cerpen)
ü  Muda Teruna (roman)
ü  Si Samin (roman)
ü  Pangeran Hindi (terjemahan)
·         Suman Hasibuan (Suman Hs) :
ü  Kawan Bergelut (cerpen)
ü  Percobaan Setia (roman)
ü  Kasih tak Terlarai (roman)
ü  Mencari Pencuri Anak Perawan (roman)
ü  Kasih Tersesat (roman)
·         Merari Siregar :
ü  Azab dan Sengsara (roman)
ü  Si Jamil dan Si Johan (saduran)
·         Marah Rusli :
ü  Siti Nurbaya (roman)
ü  Anak dan Kemenakan (roman)
ü  Lahami (roman)
ü  Gadis yang Malang (terjemahan)
·         Nur Sultan Iskandar (beliau mendapat gelar raja pengarang BP karena karyanya paling banyak):
ü  Hulu Balang Raja (roman)
ü  Katak Hendak Jadi Lembu (roman)
ü  Apa Dayaku Karena Aku Perempuan (roman)
ü  Karena Mentua (roman)
ü  Korban Karena percintaan (roman)
ü  Pengalaman Masa Kecil (roman)
ü  Abunawas (terjemahan)
ü  Si Bakhil (sadura)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar