Sabtu, 04 Mei 2013

makalah rokok


BAB I
PENDAHULUAN
 Kebiasaan merokok di Indonesia sangat memprihatinkan. Setiap saat kita dapat menjumpai anggota masyarakat dari berbagai usia, termasuk pelajar merokok di tempat-tempat umum. Padahal, berbagai penelitian dan kajian yang telah dilakukan menujukkan bahwa rokok sangat membahayakan kesehatan. Bukan hanya membahayakan para perokok, asap rokok juga sangat berbahaya apabila dihirup oleh orang-orang yang berada di sekitarnya (perokok pasif). Bahkan sebagian penelitian menunjukkan bahwa para perokok pasif memiliki resiko kesehatan yang lebih tinggi daripada para perokok itu sendiri. Penyakit-penyakit mulai dari menderita batuk hingga kanker paru mengancam para perokok, baik perokok aktif maupun pasif. Kami menyadari bahwa informasi tentang bahaya rokok bagi kesehatan sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat luas, khususnya para pelajar. Hal inilah yang mendorong kami untuk menyusun makalah tentang rokok ini. Kami berharap, dengan mengetahui informasi ini para pelajar dapat mengurungkan niatnya untuk mengkonsumsi rokok, atau bahkan berhenti merokok.
1.1  Latar Belakang
Bahan dasar rokok adalah tembakau. Tembakau terdiri dari berbagai bahan kimia yang dapat membuat seseorang ketagiahan, walaupun sebenarnya mereka tidak ingain mencobanya lagi. Sebenarnya seorang pelajar belum baik atau boleh merokok di kalangan sekolah, masyrakat atau kalangan yang lainnya. Karena hal itu dapat berdampak buruk pada kesehatannya, sekolahnya, dan lain-lain. Biasanya hal ini dilakukan oleh para pelajar karena kondisi emosi mereka yang tidak stabil membuat mereka melakukan segala hal untuk melampiaskan emosinya. Di kota-kota besar, terutama Jakarta populasi perokok pada usia dini sangatlah tinggi. Hal ini disebabkan karena kurangnya penyuluhan tentang bahaya rokok dikalangan sekolah / masyarakat. Atau mungkin jugaa kurangnya kesadaran pada diri mereka sehingga mereka tidak memperhatikan bahayanya dan juga nanti ke depannya. Oleh kaarena itu, kami sebagai pelajar akan mensosialisasikan tentang bahaya rokok serta akibat untuk masa ke depannya lewat makalah ini.
1.2  Tujuan
Untuk menjelaskan dampak positif dan dampak negatif dari merokok.



BAB II

1.1  Permasalahan
a.      Alasan Seseorang Mulai Merokok
Alasan pertama kali merokok dari berbagai hasil penelitian antara lain : coba-coba, ikut-ikutan, ingin tahu enaknya rokok, sekedar ingin merasakan, kesepian, agar terlihat gaya, meniru orang tua, iseng, menghilangkan ketegangan, kebiasaan saja untuk pergaulan, biar tidak dikatakan banci, lambang kedewasaan, dan mencari inspirasi. Alasan lain adalah sebagai penghilang stres, penghilang jenuh, pencari ilham, gengsi, sukar melepaskan diri, pengaruh lingkungan, iseng, anti mulut asam, pencuci mulut, dan kenikmatan. Khusus bagi remaja dan anak-anak, suatu studi di Australia tahun 1981 terhadap 5686 anak-anak menunjukkan besarnya pengaruh iklan; anak-anak tersebut diwawancarai dua kali dengan selang waktu satu tahun dan ditemukan bahwa kemungkinan untuk menjadi perokok pada anak-anak yang menyetujui iklan rokok dua kali lebih besar daripada mereka yang tidak menyetujui iklan rokok. Bagi kebanyakan pelajar, mulai merokok disebabkan oleh dorongan lingkungan. Contohnya saja, pelajar tersebut merasa tidak enak kepada teman-temannya karena dia tidak merokok. Sehingga dia pun mulai merokok dan akhirnya menikmati rokok tersebut. Kebanyakan pelajar juga beranggapan bahwa dengan merokok dirinya merasa sangat hebat, gaya, dan ditakuti.
1.2  Pembahasan
A.      Ciri-Ciri Seorang Perokok
Berikut  ini, merupakan beberapa ciri dari seorang perokok antara lain:
1) Perokok terlihat tenang dengan asiknya menghisap menghisap rokok
2)  Pipi perokok terlihat kempot
3) Kulit jadi hitam
4) Mata merah
5) Kuku membiru
6) Bibir dan gusi menjadi hitam
7)  Mudah terserang peyakit batuk
8) Nafasnya bau
9) Nafas seorang perokok tidak kuat dan tidak panjang

Efek lain dari rokok juga dapat menimbulkan:
1) Gigi menjadi kuning karena noda dari nikotin
2) Mengganggu penciuman
3)  Mengganggu pengecapan
4) Infeksi pada tenggorokan
5) Kanker paru-paru
6) Borok pada usus
7) Impotensi
8) Gangguan kehamilan dan janin

B.       Rokok Sebagai Kerugian Bagi Negara.
Selama ini rokok dibilang sebagai penyumbang devisa terbesar untuk negara padahal nyatanya rokok justru menyumbang kerugian terbesar negara. Kerugian yang ditimbulkan rokok bukan hanya masalah kesehatan saja tapi juga masalah moral dan finansial. Menurut data Depkes tahun 2004, total biaya konsumsi atau pengeluaran untuk tembakau adalah Rp 127,4 triliun. Biaya itu sudah termasuk biaya kesehatan, pengobatan dan kematian akibat tembakau. Sementara itu penerimaan negara dari cukai tembakau adalah Rp 16,5 triliun. “Artinya biaya pengeluaran untuk menangani masalah kesehatan akibat rokok lebih besar 7,5 kali lipat daripada penerimaan cukai rokok itu sendiri. Jadi sebenarnya kita ini sudah dibodohi, sudah tahu rugi tapi tetap dipertahankan dan dikerjakan. Inilah cara berpikir orang-orang tertentu yang bodoh. Rokok adalah pintu gerbang menuju kemaksiatan, penurunan moral dan lost generation.Rokok mengandung nikotin yang bersifat candu, jadi bagaimanapun juga orang akan terus mencari dan mencari rokok untuk memenuhi kebutuhannya.
Grafik elastisitas rokok bersifat inelastis, jadi kenaikan harga rokok tidak akan terlalu mengurangi konsumsi rokok. Ketiga, pertambahan penduduk terus terjadi dan hal ini memungkinkan semakin banyak orang yang merokok.
Peningkatan cukai rokok juga menurut Prof Farid harus didistribusikan pada kegiatan-kegiatan untuk menangani sektor kesehatan.
C.      Bahan-bahan yang Terkandung Dalam Rokok
Ketika menghisap sebatang rokok, sebenarnya kita telah menghirup banyak sekali zat yang dapat merusak tubuh kita, diantaranya:
a.       Nikotin, menyebabkan kecanduan, merusak jaringan otak, dan darah mudah menggumpal.
b.      Tar, menyebabkan kerusakan pada sel paru-paru, meningkatkan produksi  lendir atau dahak di paru-paru, dan dapat menyebabkan kanker paru-paru.
c.       Karbon monoksida, yang dapat mengurangi jumlah oksigen yang dapat diikat darah,dan menghalangi transportasi oksigen dalam tubuh. 
d.      Zat kersinogen, dapat memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.
e.       Zat iritan, dapat mengakibatkan batuk, kanker paru-paru, dan iritasi pada paru-paru


                 D.     Dampak Negatif Rokok
                        a.Kanker
b. Serangan Jantung


E.      Upaya Mengatasi
Merokok di sekolah yang dilakukan siswa kini semakin banyak, itu dikarenakan siswa yang satu mengajak siswa yang lainnya atau dikarenakan oleh faktor pergaulan. Oleh karena itu para guru lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan dengan mengelilingi tempat-tempat yang sering dijadikan tempat merokok.
Selain itu juga melakukan peringatan yang lebih tegas lagi agar para pelanggar khususnya perokok jera dan tidak melakukan hal tersebut dimanapun dia berada.





BAB III
1.1 Kesimpulan
Merokok itu sangatlah berbahaya apalagi bagi siswa-siswa sekolah yang belum mampu mengatasi dampak yang akan timbulkan dari merokok tersebut. Merokok di sekolah selain tercoreng juga akan mendapat sanksi yang memberatkan diri sendiri, apalagi sampai dikembalikan kepada orang tua oleh pihak sekolah.
1.2 Saran

Mari kita jauhi rokok, Karena dapat mendekatkan kepada narkoba, sayangilah dirimu dengan menjaga tubuhmu dan lingkunganmu








Tidak ada komentar:

Posting Komentar